HELL-OOOOOOOO! Guys all
around the world!
Kita bertemu (dalam
angan) lagiii....
Sebelumnya mari kita
panjatkan puji syukur kehadirat Tuhan yang maha esa. Karena telah memberikan
saya kekuatan untuk menulis review ini dan meberikan pembaca untuk review saya
(semoga ada!)
Kopi sachet sudah siap di
sebelah saya, soooo lets just get started!
YA! Hari ini saya ingin
mereview salah satu film terbaik!!!! Gitu terus ya... semua aja dibilang film
terbaik. TAPI tapi ya guys.. ini beneran loh, bisa dibuktikan dengan...
dengan.... cek aja deh di IMDB.com film ini termasuk kategori 5 besar Top Rated
Movies dari Imdb users dan film ini memiliki metascore 96!!! Film apa ini? Ya tentu
saja 12 Angry Men, tepuk tangan semuanya, yak disana pak tyrion a.k.a pak peter
tepuk tangan silahkan.
So, apa sih yang membuat
film ini disukai para penonton?
Penasaran?
.
.
.
.
.
.
Beneran penasaran?
Yaudah aku ceritain ya
kenapa film ini memang PANTAS menjadi Top Rated Movies.
Film yang bergenre drama
dan kejahatan(yang bahasa inggrisnya crime itu lo) ini berasal dari Amerika
Serikat. Film ini diadaptasi dari acara televisi yaitu “Teleplay.” Ditulis
ulang oleh Rose dan disutradarai oleh Sidney Lumet.
Film ini, menurutku sih
ya... unik, karena film ini bertempat hanya di satu tempat saja. Yaitu di
tempat dimana juri kejaksaan melakukan diskusinya. Ditempat juri sudah pasti
ini bercerita tentang juri kejaksaan yaa..
Film yang di produksi
oleh MGM ini, menceritakan tentang 12 juri( tidak disebutkan namanya ) yang
melakukan proses musyawarah. Nah, yang dimusyawarahkan ini yang jadi
permasalahannya(yaiyalah).
Masalah yang di
musyawarahkan adalah kasus anak lelaki yang dituduh melakukan pembunuhan
terhadap Ayahnya sendiri. Para juri ditunjuk untuk melakukan musyawarah dan
memberikan keputusan mutlak untuk kasus anak lelaki ini, dan pilihannya ada dua
yaitu bersalah atau tidak bersalah. Jika bersalah, hidup anak ini akan berakhir
naas di kursi listrik.
Disaat keduabelas juri
telah masuk ke ruangan musyawarah, semua juri melakukan voting secara rahasia. Awalnya,
mereka berpikir bahwa musyawarah kali ini akan dilakukan dengan cepat karena
mereka mengira bahwa semua akan sepakat bahwa anak itu bersalah. Mereka semua
telah mendengar kesaksian-kesaksian yang memang merujuk bahwa faktanya anak itu
bersalah dan dikuatkan lagi oleh seorang wanita tua yang melihat kejadian
pembunuhan dengan matanya sendiri saat sang wanita tua tersebut sedang
memandang kejendela rumahnya yang bertepatan dengan rumah anak lelaki tersebut.
Tetapi, dugaan mereka salah, salah satu juri yang bernama Davis (Henry Fonda) masih ragu untuk
memberi keputusannya, sehingga dia memilih anak itu tidak bersalah. Yang menyebabkan
mereka masih harus memusyawarahkannya lagi. Davis merasa bahwa mungkin saja
anak ini tidak bersalah. Banyak juri lainnya marah dan kesal, karena mereka
banyak memilki urusan setelah kasus pengadilan ini dan juga keadaan udara yang
pengap karena hujan mendukung naik pitamnya juri-juri lain. Davis meyakinkan
para juri lain untuk tidak mengambil keputusan secara tergesa-gesa. Keputusan yang
mereka ambil dapat mempengaruhi nyawa seseorang dan lebih tepatnya kasus yang
sekarang dapat mempengaruhi nyawa seorang anak laki-laki. Davis menjelaskan
dengan sangat-sangat detail, dengan sabar tanpa emosi, sehingga membuat
perlahan-lahan 12 juri itu berpikir lebih keras lagi sehingga mereka dapat meberikan
keputusan yang tepat.
Kali ini aku nggak akan
spoiler, karena aku ingin banyak orang menonton filmnya dan mencerna film ini
dengan cermat. Film ini bagus banget, maknanya bagus, feelnya dapet, dannnnn ga
bosen walaupun scene-nya disitu-situ aja. So, kalo kalian penasaran bisa
dilihat langsung filmnya.
Nah, seperti biasa aku
bakal menjelaskan tentang teori komunikasi yang ada pada film ini. Sebenarnya
ada 3 faktor yang berhubungan dengan komunikasi. Biar jurnalku banyak (hehe
maaf bu gaby) aku jadiin jurnal yang mebahas film ini menjadi 2 part! HAHAHA
*evil laugh*
Hal pertama yang
berhubungan dengan komunikasi adalah saat bermusyawarah. Hal ini masuk kedalam
komunikasi organisasi. Apa sih komunikasi organisasi dan mengapa musyawarah
masuk ke dalam komunikasi organisasi.
Organisasi sendiri
memiliki pengertian yaitu suatu unit sosial yang terdiri dari anggota yang memiliki
tugas masing-masing tetapi saling berhubungan dan memiliki tujuan yang sama. Kalau
pengertian Komunikasi Organisasi menurut Arnold dan Feldman sendiri adalah suatu
proses pertukaran informasi diantara orang-orang dalam suatu organisasi yang
didalamnya terdapat 4 tahapan komunikasi yaitu attention, comprehension, acceptance as true, dan retention.
Tahapan pertama yaitu
attention/ perhatian. Disini, Davis perlu memilki semua perhatian dari sebelas
juri lainnya. Banyak juri yang kesal sehingga mereka tidak dapat fokus dengan
penjelasan Davis. Padahal dengan cara kita tidak memperhatikan saat orang
berbicara atau memberikan informasi, miss communication pasti akan terjadi dan
masalah akan menjadi semakin rumit. Difilm ini Davis benar-benar berusaha keras
untuk mendapatkan perhatian-perhatian juri lainnya. Disaat ada satu juri
kepanasan dan tidak fokus, ia menyarankan untuk melakukan istirahat sejenak
untuk juri lainnya ke kamar mandi, membasuh muka, dan melakukan hal lainnya
agar tidak bosan sehingga tidak menyebabkan sensitifnya emosi juri lain dan
sebelas juri akan semakin fokus.
Tahap kedua, comprehension.
Komprehensi sendiri memiliki arti dapat menerima dengan baik suatu informasi. Nah,
hubungan dengan film ini adalah disaat Davis meyakinkan para juri lain untuk
yakin dengan diri mereka sendiri dan mebuat mereka berpikir lebih luas dan
lebih berhati-hati saat memilih keputusan. Dimuali dengan meyakinkan para juri
lain tentang fakta dan opini yang dimiliki oleh Davis tentang kasus tersebut.
Dilanjutkan dengan tahap
ketiga yaitu acceptance as true yaitu menerima suatu informasi yang ada dan
keputusan yang telah di putuskan dalam suatu musywarah. Tidak boleh jika semua
setuju dan pada akhirnya mereka kasarnya “nyinyir” dibelakang. Dan harus
mengakui keberadaan informasi dan fakta-fakta yang ada. Dan tidak lupa harus
selalu menerima semua masukan dari orang lain, walaupun orang tersebut tidak
disukai. Dalam film ini terdapat scene yang berisi salah satu juri masih tetap
memperthankan keputusannya walaupun semua informasi atau fakta yang dibuktikan
sudah jelas. *tetap ga spoiler ya ini, dilihat aja kalo penasaran*.
Yang terakhir adalah retention atau yang memiliki arti
mempertahankan. Nggak jauh beda dengan acceptance as true, setiap usywarah
anggota harus tetap mepertahankan keputusan yang telah diambil.
Ini aja buat hari ini, i’ll
see you on the next part, BHAY! Luv luv
REFRENSI
https://giphy.com/gifs/
https://www.babla.co.id/bahasa-inggris-bahasa-indonesia/retention








Comments
Post a Comment